MUHARAM



             MUHASABAH     AYAH FADHLAN     JUM,AT 071016  MASJID AL-KAUMAN.MULYA ASRI


الحمد الله الذي خلق الانسان وعلمه البيان وجعل لكل شيء قدرا و سببا  اشهد ان لا اله الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله المبعوث بشيرا ونذيرا وداعيا الى الله بكتاب المبين و رحمة للعا لمين. اللهم صل وسلم وبا رك على سيدنا ونبينا محمد وعلى اله واصحا به ومن تبعه بإحسان  الى يوم الدين . اما بعد   فيا عباد الله اوصيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون قال تعا لى ياايهاالذين امنوا اتقوا الله  ولتنظر نفس ما قدمت لغد واتقوا الله ان الله خبير بما تعملون  وقال النبي صلى الله عليه وسلم اكياس الناس اكثرهم ذكرا للموت واشدهم استعدادا له                                                                                          
Ma,asyirol muslimin jama,ah jum,ah rahimakumullah
Allhamdulillah segala puji dan rasa syukur kita haturkan  kehadirat Allah Swt. Yang telah memberikan karunia-Nya kepada kita ,baik karunia itu berupa materi atau imateri berupa kesehatan jasmani maupun berupa kesehatan rohani terutamanya  nikmat yang paling berharga yaitu nikmat iman dalam islam di kehidupan dunia yang fana ini. Sholawat dan salam semoga selalu  Allah Swt limpah curahkan kepada nabi Muhammad  Saw.kepada keluarganya  juga kepada shahabat shabatnya dan juga kepada setiap orang-orang yang mengikutinya  dan mengamalkan risalahnya hingga yaumil qiyamah.
Ma,asyirol muslimin jama,ah jum,ah rahimakumullah
Pada kesempatan khubah jum,at kali ini khotib mengingatkan  pada diri  khotib khususnya dan kepada saudara saudara kaum muslimin untuk  senantiasa berupaya meningkatkan kuwalitas taqwa kita kepada  Allah  Swt, melalui  kita mau memahami dan mengamalkan perintah- perintah Allah Swt ,juga menjauhi dan meningalkan semua larangan-larangan-Nya,baik di kala kita seorang diri berada di kesunyian ataupun ketika kita tengah berada di keramaiyan ,dan hendaknya semua amal-amal ibadah yang kita kerjakan kita niatkan  untuk meraih dan memperoleh ridho dari Allah  Swt. Dengan demikian Insyaa Allah kita di beri ketentraman hati dan  keselamatan  di dunia dan keselamatan di akhirat.
Hadirin jama,ah jum,at rahimakumullah
Memasuki awal tahun baru  hijriyah  1438 H ini, marilah kita hadapi dengan penuh  rasa opitimis dan yang paling penting sekali kita memiliki prasangka yang baik kepada Allah Swt dan memiliki harapan tentang kehidupan kita  yang lebih baik dan beruntung atau minimalnya kita memasang niat dan berusaha menyadarkan  diri kita dan memohon dengan sunguh.sunguh  ke pada Allah Swt agar di beri amal-amal perbuatan yang lebih baik dan berkualitas dari tahun sebelumnya dalam semua  aspek  baik  yang berkaitan dengan  ubudiyah,muamalah ataupun muasyaroh dalam kehidupan kita sehingga dengan semakin bertambahnya usia kita semakin baik perbuatan dan amal-amal ibadah kita, dan karna itu bagi  setiap muslim  sebelum mengantungkan harapannya kepada Allah Swt sebaiknya kita  melakukan usaha berupa evaluasi atau muhasabah sebelum dan sesudah   melaksanakan segala bentuk perbuatan atau amal-amal ibadah. dan yang pasti masalah baik dan benar  tentunya  semua yang menjadi tolakukurnya adalah mengunakan aturan Allah atau Syariat islam.
Hadirin jama,ah jum,at rahimakumullah
Muhasabah atau evaluasi diri hendaknya dilakukan setiap hari ,setiap sebulan atau minimal setahun sekali muhasabah secara sedehana bisa dipahami sama dengan intropeksi, yaitu kita merenung berfikir dan mengoreksi atau bertanya kepada diri kita  sendiri tentang perbuatan perbuatan yang telah kita lakukan selama hidup kita  apakah kita banyak  berbuat dosa dosa dan banyak melalaikan kewajiba-kewajiban kita  atau sebaliknya telah baik dan benar perbuatan perbuatan kita dan kita benar benar memahami dan mematuhi perintah-perintah Allah Swt  dan apakah  hidup kita ini membawa manfa,at bagi sesama manusia di dunia dan juga apakah perbuaan dan amal amal ibadah kita memiliki nilai fahala kelak di kehidupan akhirat..atau hidup kita hanya mengikui hawanafsu dan telah lama menjadi budaknya atau kita sendiri termasuk golongan orang-orang yang banyak berangan –angan kosong dan berhayal saja dan hanya mencari dan mementingkan kesenangan duniawi semata dan tanpa perduli untuk mencari bekal yang layak sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat dan apakah diri kita ini memiliki keyakinan yang lemah terhadap Allah Swt  atau tidak percaya atau ragu-ragu  bahwa kehidupan  akhirat itu benar-benar ada, dan  mumpung kita masih di beri kesempaan  hidup di dunia untuk itu kita perlu melakukan evaluasi hidup dan melakukan perubahan dengan  di sertai permohonan ke pada Allah Swt
$pkšr'¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qà)®?$# ©!$# öÝàZtFø9ur Ó§øÿtR $¨B ôMtB£s% 7tóÏ9 ( (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# 7ŽÎ7yz $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ÇÊÑÈ   Ÿwur (#qçRqä3s? tûïÏ%©!$%x. (#qÝ¡nS ©!$# öNßg9|¡Sr'sù öNåk|¦àÿRr& 4 šÍ´¯»s9'ré& ãNèd šcqà)Å¡»xÿø9$# ÇÊÒÈ   Ÿw üÈqtGó¡o Ü=»ptõ¾r& Í$¨Z9$# Ü=»ptõ¾r&ur Ïp¨Yyfø9$# 4 Ü=»ysô¹r& Ïp¨Yyfø9$# ãNèd tbrâͬ!$xÿø9$# ÇËÉÈ   .
18. Hai orang-orang yang beriman, takulahkamu semua kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
19. dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. mereka Itulah orang-orang yang fasik.
20. tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga penghuni-penghuni surga  Itulah orang-orang yang beruntung.
ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ   ¨bÎ) z`»|¡SM}$# Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ   žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ  
1. demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Ma,asyirol muslimin Jama’ah Jum’ah rahimakumullah
Dalam surat an-nashr tersebut , Allah Swt telah bersumpah dengan mengunakan kata  walashri yang memiliki arti demi masa atau demi waktu, hal ini menegaskan kepada  kita bahwa betapa  sangat berharganya nilai waktu yang telah diberikan oleh Allah Swt tersebut, dan setiap diri kita di beri waku yang sama yaitu 24 jam  dalam sehari dan semalam ,namun kita mesti bertanya dalam diri kita masing-masing  bagaimana kita memanfaakan setiap detiknya  setiap menitnya dan setiap jamnya dalam  setiap sehari dan semalam apakah waktu tersebut banyak yang hanya terbuang sia sia   tidak membawa manfaat dan kemaslahatan buat hidup kita sendiri ataupun orang banyak  . dan Allah Swt  juga  menegaskan dalam ayat tersebut bahwa semua  manusia siapa pun dia, berada dalam kerugian di dunia dan akhirat.dan yang pasti kebanyakan manusia nantinya merasa amat sangat  menyesal di akhirat namun hal ini sama saja apakah dia seorang, pemimpin ataupun  rakyat biasa, baik yang kaya maupun yang miskin,  yang berilmu maupun yang awam, dan baik pria maupun wanita.Semua terancam mengalami  kerugian , rugi besar atau rugi kecil dan yang pasti penyesalan yang sangat  di akhirat dan penyesalan di akhirat tersebut tiada obat penawarnya  ,dan yang tidak banyak merugi  adalah mereka orang –orang yang ketika hidup di dunianya benar –benar sadar dan mampu menggunakan waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Allah Swt di dunia ini dalam setiap jam ,setiap menitnya bahkan dalam setiap  detiknya bahkan setiap hembusan nafasnya di pergunakan dalam kebaikan yaitu untuk bertaqwa kepada Allah Swt yang di wujudkan dengan amal;amal ibadah yang tulus ikhlas yaitu yang suci dari riya dan kemusyrikan dan  mereka juga orang-orang sangat perduli dan menjunjung tinggi  terhadap kebenaran dan anti terhadap kebatilan kedusatan kecurangan tipumuslihat dan segala bentuk kemungkaran   dan mereka juga orang-orang yang hidupnya saling mengasihi dan mencintai karna Allah saling mengingatkan   untuk selau sabar dan tabah.dalam menghadapi segala bentuk ujian dan cobaan dari Allah Swt,maka merekalah sesunguhnya orang-orang yang yang beruntung dan cerdas dalam menyikapi  dan mamaknai  hakikat  hidup yang sebenarnya                                                                                                                 
لاعيش الا عيش الاخيرة                                                                                     
Tiada kehidupan yang  sebenarnya kecuali kehidupan di akhirat
اكياس الناس اكثرهم ذكرا للموت واشدهم استعدادا له                                              
Manusia yang paling pintar adalah mereka yang banyak mengingat kematian dan paling baik bekal persiapanya      
Ma,asyirol muslimin Jama’ah Jum’ah rahimakumullah
Sebab itulah rosulullah muhammad Saw meningatkan kepada kita umatnya,untuk banyak mempersiapkan  bekal berupa amal amal yang  layak untuk kehidupan yang abadi di akhirat,dan juga banyak mengingat kematian ,karena  kematian akan dapat menyadarkan kita dan mendorong kita menjauhi perbuatan dosa dan berhati-hati dalam setiap perbuatan  dan mawas diri dan berusaha selalu dalam kebaikan dan sesunguhnya kematian  merupakan pintu awal menuju kehidupan yang sebenarnya dan setiap diri manusia  akan memetik hasil dari apa yang telah di perbuatnya ketika hidup di dunia
tPöquø9$$sù Ÿw ãNn=ôàè? Ó§øÿtR $\«øx© Ÿwur šc÷rtøgéB žwÎ) $tB óOçFZà2 tbqè=yJ÷ès? ÇÎÍÈ  
54. Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.
wallahu a,lamu  bishowab.
بارك الله لى ولكم في القران الكريم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل الله منى    ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم                                                                             
                                                                                  
Share: